Pages

Subscribe:

Kamis, 31 Januari 2013

FAKTOR – FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN


FAKTOR – FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN

1.         Faktor keturunan (Warisan Biologis)
Adanya persamaan biologis dalam diri manusia membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang. Semua manusia yang normal dan sehat mempunyai persamaan biologis tertentu seperti mempunyai dua tangan, dua kaki, panca indra, otak, dan sebagainya. Selain itu setiap warisan biologis membentuk karakter kepribadian unik karena tidak semua orang mempunyai karakter fisik yang sama meskipun anak kembar pasti ada perbedaannya. Hal lain yang juga terkait dengan biologis adalah kematangan biologis.
Kematangan biologis misalnya seorang anak berusia 2 tahun yang dipaksa belajar membaca dan menghitung tentu saja mengalami kesulitan. Ini bukan karena anaknya yang bodoh tetapi karena pada umur 2 tahun otot mata belum berkembang dengan sepenuhnya.

2.         Faktor kelompok
Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh adanya kelompok manusia lainnya. Hal ini dikarenakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin dapat hidup sendiri. Kelompok manusia pertama yang memengaruhi kepribadian anak adalah keluarga, tetangga, teman sepermainan, dan sekolah.
          Misalnya seorang anak kurang diperhatikan oleh keluarganya, anak itu menjadi nakal karena dirinya tidak dicintai. Ia akan bergabung dengan kelompok yang mempunyai standar perilaku yang sesuai dengannya. Sebaliknya, anak yang berperilaku baik akan mengelompokan dirinya dengan anak yang baik juga.

3.         Faktor kebudayaan
Kebudayaan sangat berperan dalam membentuk kepribadian seseorang, karena kebudayaan itu dapat berbentuk norma dalam keluarga, lingkungan, teman dan kelompok sosial. Hal tersebut dapat membantu manusia dalam membentuk kepribadian dalam dirinya.Budaya membentuk normasikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.  Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan dan etika kerja yang terus tertanam dalam diri mereka melalui bukusistem sekolah, keluarga dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

thanks brooo

Poskan Komentar